METRUM
Jelajah Komunitas

Aroma Buku Buat Candu

PECINTA buku pasti punya kegemaran menghirup wangi setiap lembaran buku. Baik itu buku baru atau pun tua, keduanya sama-sama memiliki aroma yang khas.

Pengalaman paling menyenangkan ketika mengunjungi toko buku dan perpustakaan yaitu bisa mencium aroma buku. Aroma buku ini dikenal dengan istilah “bibliosmia”. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti “buku” dan “bau” atau “aroma”. Hal ini dianggap sebagai bagian terpenting dari buku yang dibaca.

Sampai-sampai UNESCO mentapkan aroma buku sebagau warisan tak benda. Hal tersebut ditulis dalam sebuah makalah bertajuk Smell Of Heritage: A Framework For The Identification, Analysis And Archival Of Historic Odours oleh Cecilia Bembibre dan Matija Strilič pada tahun 2017.

Bagaimana buku bisa menimbulkan aroma?

Karena buku tersusun dari lembaran kertas, perekat dan tinta, sehingga mengandung gabungan senyawa kimia di dalamnya. Beberapa diantaranya, seperti asam asetat, benzaldehida, butanol, furfural, atau methoxyphenyloxime dan sebagainya.

Bau buku baru cenderung tidak sekuat buku lama. Buku baru mempunyai bau khas tersendiri dari hasil degradasi tinta dan perekat yang bereaksi dengan oksigen. Sedangkan buku tua, aromanya menjadi lebih kuat karena adanya proses penuaan.

Lalu, reaksi kimia yang disebut hidrolisis asam menghasilkan senyawa organik yang mudah menguap itulah penyebab timbulnya bibliosmia.

Apakah bahaya jika sering menghirup aroma buku?

Bagi book-sniffer (orang yang suka mencium aroma buku) pasti merasakan sesuatu dari buku yang dibacanya. Misalnya, aroma akan mengingatkannya pada nuansa kejadian dari cerita buku yang dibacanya.

Namun, jika berlebihan tentunya akan terdapat sejumlah efek negatifnya. Melansir Alodokter, yakni bisa memicu radang paru-paru, penyakit obstruksi/hambatan paru kronis, asma, dan lainnya. Dengan catatan, jika buku-buku tersebut buku lama yang disimpan dengan sembarangan dan tidak terawat, sehingga berkaitan dengan jamur, parasit, debu, bahkan bakteri yang terhirup. (Ana Siti Ghania/JT)***

BACA JUGA:  Duta Baca Bandung 2025: Agen Perubahan Literasi di Tengah Arus Digital

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.