METRUM
Jelajah Komunitas

Disdik Kota Bandung Tingkatkan Layanan Kesehatan Mental Anak, Sekolah Didorong Jadi Ruang Aman

KOTA BANDUNG (METRUM) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung meningkatkan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani isu kesehatan mental sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik.

Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya pembangunan ketahanan mental anak sejak usia dini sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Program ini menyasar peserta didik jenjang TK, SD, hingga SMP agar memiliki pola pikir positif, kemandirian, tanggung jawab, serta tidak mudah terprovokasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyampaikan penguatan kesehatan mental siswa telah dimulai sejak 2025 melalui berbagai program strategis, termasuk penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan TNI dan Polri. Program tersebut diprioritaskan bagi siswa kelas IX SMP yang dinilai berada pada fase paling rentan.

Dalam pelaksanaannya, Disdik berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial guna memastikan penanganan kesehatan mental anak berjalan terpadu dari sisi pendidikan, kesehatan, perlindungan, hingga sosial.

Ke depan, Disdik akan meningkatkan kapasitas guru Bimbingan Konseling (BK) melalui pelatihan bersama Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) agar mampu mendeteksi perubahan perilaku dan risiko psikologis siswa secara lebih dini. Selain itu, asesmen psikologis juga disiapkan bagi siswa yang terindikasi mengalami persoalan kesehatan mental, disertai pendampingan di sekolah atau rujukan ke layanan yang lebih sesuai, termasuk sekolah berkebutuhan khusus bila diperlukan.

Data Dapodik menunjukkan terdapat ribuan peserta didik disabilitas di Kota Bandung yang menjadi perhatian khusus Disdik, baik di sekolah negeri maupun swasta. Kolaborasi dengan puskesmas juga akan diperkuat agar penanganan kesehatan mental anak dapat dilakukan bertahap dari lingkungan sekolah hingga layanan kesehatan.

BACA JUGA:  Benarkah Kurang Minum Air Putih Sebabkan Gagal Ginjal?

Melalui langkah ini, sekolah diharapkan menjadi ruang aman bagi anak, tidak hanya untuk belajar akademik, tetapi juga bertumbuh secara mental dan emosional. (M1)***

komentar

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.