Mahasiswa Doktoral ITB Hadirkan Rahma Upper-Bound, Terobosan Baru Teknologi Membran CO₂
KOTA BANDUNG (METRUM) – Prestasi akademik membanggakan ditorehkan Widda Rahmah, mahasiswa program doktor (S3) Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui riset doktoralnya, penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) ini berhasil menghadirkan terobosan penting yang berkontribusi besar terhadap perkembangan teknologi membran pemisahan gas di tingkat global.
Dalam penelitiannya, Widda Rahmah menyusun dan menganalisis basis data komprehensif membran zeolit dengan kinerja pemisahan karbon dioksida (CO₂) yang sangat tinggi. Hasil riset tersebut menunjukkan performa membran zeolit yang melampaui kemampuan membran polimer, yang selama puluhan tahun menjadi tolok ukur utama dalam teknologi pemisahan gas.
Pencapaian utama dari riset ini adalah diperkenalkannya konsep Rahma Upper-Bound, sebuah batas kinerja baru yang dikembangkan dari konsep Robeson Upper-Bound yang telah lama menjadi acuan dunia. Selama lebih dari tiga dekade, Robeson Upper-Bound dipahami sebagai batas alamiah akibat adanya kompromi antara permeabilitas dan selektivitas membran. Namun, Rahma Upper-Bound membuktikan bahwa batas tersebut dapat digeser melalui perancangan material membran berbasis zeolit.
Temuan ini dinilai bukan sekadar peningkatan bertahap, melainkan lompatan konseptual yang mengubah cara pandang komunitas ilmiah global terhadap batas kinerja membran pemisahan gas. Rahma Upper-Bound kini menjadi referensi baru dalam memetakan potensi material membran sekaligus membuka peluang desain yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.
Karya ilmiah Widda Rahmah telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan hingga saat ini telah memperoleh 83 sitasi. Capaian tersebut mencerminkan pengakuan luas dari komunitas riset internasional, baik dari sisi pengembangan teori maupun penerapan praktis, khususnya dalam bidang pemisahan dan penangkapan CO₂, teknologi rendah karbon, serta upaya mitigasi perubahan iklim.
Keberhasilan ini menegaskan kapasitas mahasiswa doktoral Indonesia untuk berkontribusi nyata dan memberi arah baru dalam diskursus ilmiah global. Capaian tersebut juga menjadi bukti efektivitas program PMDSU dalam mencetak peneliti unggul, sekaligus memperkuat posisi ITB dan Indonesia dalam pengembangan ilmu dan teknologi membran dunia.
Sebagai bagian dari proses akademiknya, Widda Rahmah telah melaksanakan Sidang Tertutup disertasi berjudul “Pendekatan Hijau dalam Sintesis Membran Zeolit CHA: Studi Metode Trapped-Gel untuk Proses Carbon Capture” pada Jumat (9/1/2026) di Kampus ITB Ganesha. Sidang tersebut dibimbing oleh Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ing. Ir. Danu Ariono, serta Dr. Ir. Khoiruddin, S.T., M.T. (M1)***
Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.